Rindu itu memang tertuju padamu, ibu


Suara lembutmu, belaianmu pada rambutku, usapan mungilmu itu, semuanya masih kuingat sampai sekarang…. Air mata ini memang mengalir untukmu, ibu.

Mungkin aku tak bisa lagi selalu di sampingmu, memelukmu, mendengar ceritamu, aku merindukan semua itu.…

Terkadang memang kau marah, tapi itu karena perilaku dan salahku. Dan engkau pantas memarahiku. Akulah yg tak sepantasnya membuatmu kecewa. Wanita yg mempertaruhkan nyawa hanya agar aku bisa melihat dunia ini.…

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a:…

Ya Allah…

Tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)…

Bahkan doamu padaku, tak pernah berhenti. Malunya aku yg terkadang lalai melampirkan namamu dalam doa-doaku….

Ibu, bakti ini, kutujukan padamu. Kasih sayang ini, aku akan selalu berikan untukmu. Sungguh, kusadari semua itu tak senilai dengan apa yg telah engkau berikan padaku. Namun, semoga dengan aku berusaha terus menjadi anak yg sholehah doaku untukmu bisa selalu di dengar oleh Allah Swt.…

Aamiin ya Allah
Terima kasih Ibu..…
Salam Santun Sahabat…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar