Labels

Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

Tidur Miring Kekanan, Yang Kanan Di Bawah.

Tidur dengan posisi miring ke kanan merupakan posisi tidur yang benar dan tepat.


Ukuran paru-paru sebelah kiri lebih kecil daripada paru-paru sebelah kanan.

Karena itu, jantung menahan beban yang lebih sedikit dan lever pun berada dalam kondisi stabil dan tidak menggantung.

Lambung juga berada dalam kondisi nyaman.
Posisi seperti ini membantu mempercepat proses pengosongan lambung.

Tidur dengan posisi miring ke kanan merupakan metode medis yang paling disarankan.

Posisi ini juga memudahkan sekresi yang berupa cairan lendir pada bronkus (cabang paru-paru) sebelah kiri.

Seringnya terjadi pembengkakan paru-paru sebelah kiri (dan bukan paru-paru sebelah kanan) disebabkan oleh posisi bronkus yang berbeda.

Bronkus sebelah kanan posisinya menyamping sehingga lendir mudah dikeluarkan, sedangkan bronkus sebelah kiri posisinya vertikal sehingga lendir lebih sulit dikeluarkan, sebab harus di dorong ke atas.

Jika dibiarkan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penimbunan lendir di batang tenggorokan yang mengakibatkan pula munculnya gangguan pada paru-paru da organ pengeluaran misalnya ginjal.

Karena itu pengobatan paling mutakhir untuk mengatasi masalah tersebut adalah tidur dengan posisi miring ke kanan.

Manfaat tidur miring ke kanan :
  1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
  2. Mengurangi beban jantung.
  3. Mengistirahatkan lambung.
  4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas.
  5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
  6. Merangsang buang air besar (BAB).
  7. Mengistirahatkan kaki kiri.
  8. Menjaga kesehatan paru-paru.
  9. Menjaga saluran pernafasan.
Mari kita saling memberi info yg bermanfaat.

Jangan pelit utk berbagi ke saudara, sanak famili, teman2, dan kerabat yg kita kasihi...

karena NIAT BAIK yg disampaikn dgn Cara Baik... HASILnya pasti BAIK...

READ MORE - Tidur Miring Kekanan, Yang Kanan Di Bawah.

Ketika Shalat Terasa Berat

“ Bila shalat terasa berat bagimu, maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan. Karena merasa malas untuk menunaikan sholat merupakan sikap orang-orang munafik yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:

“…Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas… “(QS. An Nisa ‘: 142)

Namun bila engkau merasa bahwa sholat begitu ringan, hatimupun gembira karenanya maka itu merupakan tanda bahwa imanmu kokoh ”. (Syaikh Ibnu Utsaimin dalam H.R. Muslim)

Catatan
  • Sejenak mari kita bertanya pada diri masing-masing, bagaimanakah kedudukan sholat di hati kita..?
  • Apakah kita termasuk orang yang semangat dalam melaksanakan sholat ataukah sebaliknya?
Jawaban terhadap dua pertanyaan diatas akan menjadi penentu apakah kita termasuk orang yang beriman ataukah orang yang munafik?

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memberi perhatian yang lebih terhadap sholat, yang merupakan tiang agama dan sekaligus sebagai penentu baik buruknya amalan kita. Menjaga sholat berarti menjaga agama.

Dalam risalah Ta’dzim As-Shalah (hal:6) Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Abbad mengatakan:

“Agama seorang muslim tidak akan kokoh, amalannya tidak akan baik dan seluruh urusannya baik dunia maupun akhirat akan berantakan sampai ia menegakkan sholat sebagaimana yang diperintahkan. Yaitu dengan keimanan yang kokoh, penghambaan yang tulus serta mengikuti petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam”  Wallahu a’lam

READ MORE - Ketika Shalat Terasa Berat