Hanya Facebook Yang Bisa Menjawab, Kemana Perginya Si Kakek ?


Bermula dari beli hp jenis Samsung yg lagi ngetrend. Belajar buka internet, facebook, edit photo, update status, chating dan lain - lain. Seorang kakek bernama Dadang (50 tahun) mulai mengenal dunia maya yang nggak pernah ada pada masa mudanya dulu. 

Berkat bimbingan seorang pemuda tamatan universitas yang menguasai technologi. Pertemanan kakek dengan pemuda tersebut semakin akrab ketika pemuda itu mengenalkan facebook pada sang kakek. 

Terbuka mata kakek bisa lihat orang berbagai rupa. Nyesal kakek mengapa cepat kali tua. Kakek mulai mainkan jurusnya dengan status yang luluhkan hati perempuan yang baca. Status yang membuat perempuan seperti tersanjung oleh kakek yang mengaku duda mapan pada dinding kronologinya. Kelahiran tahun 70an di data tentang kakek semakin buat percaya diri. 

Photo profil yg dibuat miring dan sedikit editan hilangkan rambut yg sudah memutih. Kakek semakin antusias mencari teman yang banyak di facebook. Pertemanan diterima mulai tulis di kronologi. Berikan like dan komen seakan simpati, cari teman dan kirim pesan. Sampai suatu saat kakek bertemu teman ketika SMP dulu yang sempat punya hubungan cinta monyet ketika itu. 

Sang kakek mulai curhat kalau dia nggak bahagia, dan sekarang tinggal sendiri karena istri kabur dengan laki - laiki lain. Anak - anak sudah berkeluarga dan hidup terpisah. 

Gayung bersambut kata berjawab oleh teman masa SMP itu sebut saja namanya Ranti (47 tahun) seorang janda yang ditinggal suami yang telah dipanggil yang kuasa. Setiap hari kakek Dadang selalu diingatkan oleh Ranti tentang makan, jaga kesehatan, minum obat dan tidur jangan larut malam. Kakek merasa seperti muda 20 tahun karena bahagia. Akhirnya kakek meminta nomor telepon Ranti dan ajak ketemu. 

Disebuah mall seperti anak2 muda mereka ketemuan. Cerita kakek yang mengharukan membuat Ranti semakin simpati dan berusaha memberi semua yang dia punya hingga menawarkan hidup bersama di sisa umur mereka. 

Bagai pungguk rindukan bulan, sang kakek pura - pura menolak karena takut menyusahkan Ranti yang memang seorang guru. Namun desakan Ranti membuat kakek serasa di awan. Mereka berpisah sementara, karena sang kakek harus pulang dulu untuk pikirkan rencana Ranti. 

Sampai di rumah, kakek disambut seorang perempuan paroh baya yang mengenakkan pakaian sedikit lusuh karena baru pulang dari ladang. Perempuan itu buatkan secangkir teh dan makanan seadanya. Namun kakek kurang nikmati hidangan itu, karena tadi sudah dapat hidangan yang lebih lezat. 

Perempuan itu pamit shalat ashar kepada kakek setelah bersihkan tubuhnya mandi. Perempuan itu adalah istri sah sang kakek yang hidup sebagai petani. 

Suatu hari kakek minta izin sama istrinya mau jalan - jalan lihat cucunya di Kalimantan. Tanpa curiga sang istri melepas kepergian suami karena dia nggak bisa ikut karena harus menununggu padi di sawah. 

Sebulan berlalu kakek nggak pulang, kakek mungkin kesasar. Keluarga sudah cari kemana - mana dan lapor polisi, hingga sekarang kakek nggak pulang setelah 1 tahun pergi dari rumah. Tidak ada yang tahu dimana keberadaannya. Kira - kira dimanakah sang kakek....????? Apakah dia kecelakaan ketika ke Kalimantan??? Atau dia meninggal dunia di perjalanan. 

Akhirnya terjawab kemana dia pergi. Hanya facebook yang bisa jawab....ketika kakek posting photo di pelaminan pernikahannya dengan Ranti yang memang sudah lama menunggu turunnya hujan di musim kemarau. 

Pada statusnya kakek menulis "Berawal dari facebook, berakhir di pelaminan". Selamat menempuh hidup baru ya kek..semoga Tuhan nggak dendam dan ampuni dirimu yang telah meninggalkan istri yang setia yang dulu kau nikahi nggak dapat izin dari mertuamu.....mertuamu sudah punya filing bahwa kau bukan laki - laki sejati karena laki - laki sejati punya pasti bertanggung jawab pada keluarganya. 

Mudah - mudahan tulisan ini bisa membuat pembaca bisa jujur dan makin sayang pada pasangannya.....Amiiin ya rabbalalamin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar