Labels

Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan

Reading activities

In a world that is slowly but surely turning away from books and getting glued to monitors or television screens, the importance of developing a passion for reading cannot be overlooked. Reading is a habit and should be established when the child is relatively young. What can you do to foster this habit?

Enroll your child for reading classes:

There are many well structured after school reading classes that aim to draw the children to books. They help kids with diction, idioms and phrases. For young children, these classes can be fun with animated characters and pictures. Illustrated picture books, rhymes, silly songs and pretend stories all attract the young child. Use creativity to capture the child's vivid imagination.

Pique your child's interest:

If your child has a favorite character, pick a series of books that features this character. For my son, it was Spiderman. Thanks to friendly neighborhood spidey, my son latched on to comics fairly early in his childhood.

Build a home-library:

A skill like reading cannot be learnt in isolation. Do not leave all the hard work to the after school program. Pick up books that you think your child will like. The Internet is also a rich resource of reading games that will attract little children to the fine art of reading.

READ MORE - Reading activities

A virus is a program

A virus is a program – a piece of executable code – that has the possibly of cloning itself. Computer viruses can spread fast and they are hard to eradicate. They can be attached to any type of file and they are spread as files copied and sent from person to person. They can be contacted from a floppy disk or Cd, they can be launched when opening a program or accessing a file, any file, or they can be brought from the internet by downloading a file or accessing a web page and as attachments to e-mails.

Besides replication, some viruses have something else in common: their infecting routine. The behaviors of viruses vary from showing messages or images to destroying files, formatting the hard disk drive and other severe damage. If the virus does not inflict damage it can still cause problems by taking up space and memory, lowering the performances of the computer.

Nine rules for avoiding viruses would be:
  1. Use an anti virus program at all times.
  2. Install and keep active a firewall.
  3. Make sure your system is up-to-date with all the existent updates.
  4. Keep your browsers security settings at maximum.
  5. Never click yes when your browser asks you if you want to install or open some content coming from an organization you don’t know or don’t trust.
  6. Install an anti-spy ware program to enlarge the protection.
  7. 7. Never install a browser help or search bar accepting the times it comes from a reliable source.
  8. 8. Use a different credit card for online shopping.
  9. 9. Don’t click on email attachments that are executable files even if they look as if sent from known persons.
The antivirus programs have a big role in providing your computers security and protecting it from viruses, worms, Trojan horses and other “invaders” that can attack a computer. The role of an antivirus program is to detect the presence of viruses in a computer, to disinfect the files or delete the ones that can’t be disinfected and prevent the contamination of the computer.

Most of the companies that produce antivirus have online free tools for scanning computers for viruses. If you don’t have an antivirus yet and can’t decide which one to buy you can enter their online sites and try the services for free, then decide what to use.

or playing with the food, express yourself clearly as if you are the one that has a problem.

”What did you really mean by that?”

When kids fight and get nervous, it is possible for them to say things like “I hate you”. but that doesn’t have to scare you because these are the first words that come to mind when they are engaged in a conflict with their friends. But you can help them get over it and make them think of what was it that made them so nervous and angry.

”People are different and they have different needs.”

When you here you child say for the thousandth time “But this is not fair”, you have to make them understand that the reason that makes people be treated differently is the fact they have different needs.

READ MORE - A virus is a program

Nilai Sebuah Persahabatan

Sejak munculnya sosial media, yang dimulai dari situs jejaring sosial sixdegree, blogger, friendster yang fenomenal, linkedin untuk profesional, myspace, facebook yang beranggota terbanyak, twitter, wiser dan terakhir google+, orang berbondong-bondong mengupdate informasi pribadi dan memposting status dan saling menginvite teman-teman dari berbagai belahan dunia dengan tujuan untuk berbersahabat. Akan tetapi diantara pertemanan yang ada, barangkali sahabat dapat menghitung sendiri, berapakah teman yang diinvite itu dapat menjadi sahabat yang sejati, bukan?

Ramainya pertemanan atau persahabatan yang dijalin, itu membuktikan bahwa kita hidup di dunia ini tidak dapat bersendirian tanpa insan yang bergelar teman atau sahabat, bukan?

Tidak dinafikkan, jika dahulu sahabat kita adalah ibu bapa dan adik beradik kita serta teman-teman tetangga kita, bukan?

Kemudian apabila menjejakkan kaki ke alam persekolahan, akan ada pula kenalan lain, bahkan ada diantara mereka seakan-akan telah seia-sekata dalam pergaulan hidup sampai kita dewasa.

Namun, ada juga persahabatannya terhenti seiring tamatnya musim persekolahan.

Jadi, apa sebenarnya arti sebuah persahabatan yang dianjurkan oleh Islam?

Adakah sahabat seseorang yang mempunyai banyak persamaan dengan kita? Atau seseorang yang ada bersama kita, ketika kita senang atau susah?

Atau seseorang yang mungkin seakan lupakan kita, tetapi doanya tidak putus buat kita?

Untuk Apa Kita Sebenaranya Bersahabat ?

Satu persoalan yang jarang kita tanyakan pada diri kita. Mungkin kurang penting pada kita. Tetapi sebenarnya merupakan maklumat persahabatan itu perlulah lebih diperjelas, agar nilai sebuah persahabatan itu dapat kita raih dan nikmatnya dapat kita rasakan.

Mungkin kita mudah mengatakan, “Aku bersahabat karena Allah”, namun sejauh mana kita mampu melaksanakannya?

Janganlah kita hanya ingat bahwa cinta saja yang memerlukan pengorbanan. Persahabatan juga memerlukannya. Karean sudah menjadi fitrah manusia yang dikurniai perasaan hati.

Di saat persahabatan kita diuji, di sini kita boleh nilai sejauh mana ikhlasnya kita bersahabat. Kawan untuk tertawa bisa didapat, kawan menangis jarang dijumpai.

Mampukah kita yakin ada di kalangan sahabat kita yang akan ada untuk mendukung kita di saat kita memerlukan mereka?

Jika itu yang kita inginkan, sudah semestinya sahabat kita juga berfikiran yang sama, bukan?

Sahabatku.. di atas saya sudah ungkapkan, persahabatan yang tulus adalah benar-benar karena Allah semata. Tidak mengharapkan secuilpun balasan, hanya untuk memberi.

Tidak ada sedikitpun keluhan karena melakukan pengorbanannya dengan ikhlas. Dan sejauh mana kita ikhlas dalam bersahabat, hanya Allah yang mampu menilainya. 

Sahabatku yang baik hatinya.. Yuk kita tanamkan rasa tulus ikhlas kita, karena: “belum dikatakan ikhlas, bilamana kita masih suka mengungkit.”

Indahnya bersahabat karena Allah, karena semua yang dilakukan untuk sahabat, hanya untuk mengharapkan balasan dari-Nya. Lalu, untuk apa pujian manusia atau balasan darinya sedangkan sahabat dapat memperolehnya dari Allah yang Maha Kaya, bukan?

Ketika saya menuliskan artikel ini, saya teringatkan sahabat saya yang sentiasa mengingatkan kami tentang Allah. Tuturnya tidak lari dari mengharapkan ridha Allah SWT.

Pada mulanya, saya seolah-olah malu dengannya, seakan saya dipaksa berbuat baik di depannya.

Namun, ketika saya faham bahwa dia menasihati atas rasa kasih pada sahabat dan untuk kebaikan diri saya, juga tanpa mengharapkan sedikitpun balasan, saya mula mengerti.

Saya pernah membaca satu petikan bahwa Allah akan mengirimkan orang yang baik, jika kita berniat untuk menjadi orang yang baik.

Sebab itu kita harus bijak dalam memilih sahabat, karena sahabat merupakan cerminan diri kita. Oleh itu, bagaimana jika sahabat kita belum seperti yang kita harapkan?

Jawabannya, jangan tunggu sahabat yang baik, tetapi jadilah sahabat yang baik itu. Insyaa Allah, kitalah yang akan menjadi magnet yang membawa perubahan itu.

Dalam hati setiap hamba Allah pasti ada satu rasa untuk berubah. Itulah fitrah, mungkin cara untuk menzahirkannya saja diperlukan mujahadah.

Jadilah Terlebih Dahulu Seperti Yang Diinginkan

Mari sahabatku, kita refleksi diri. Jadilah seperti yang kita impikan.

Dalam memilih pasangan hidup, kita amat behati-hati agar pasangan kita dapat bersama-sama kita menuju ridha-Nya.

Dalam persahabatan juga wujudkan ciri-ciri sahabat yang diidamkan, agar kita dapat sama-sama menikmati indahnya bersahabat karena-Nya.

Di sini saya gariskan beberapa ciri yang perlu ada dalam diri seorang sahabat (juga untuk kita yang bergelar sahabat)

1. Berpegang Pada Agama. 

Beragama saja tidak cukup. Karena cinta pada Allah bukan hanya melalui kata-kata saja. Akan tetapi melalui perbuatan melaksanakan perintah dan menghindari larangan-Nya.

2. Berakhlak 

Akhlak ini apa yang terzahir di hati, dan sesungguhnya akhlak yang terpuji ada pada Rasul yang kita cintai, Nabi Muhammad SAW

3. Sanggup Berkorban

Dengan menjaga aib sahabatnya dan sentiasa nasehat-menasehati dan bersedia menerima teguran.

Inilah Sebuah Persahabatan Yang Sebenarnya

Saya coba mensarikan apa sebenarnya arti sebuah persahabatan yang dianjurkan oleh Islam?

Sahabat adalah insan yang selalu di samping kita, walau tidak ada di depan mata, tapi dalam doanya sentiasa ada untuk kita.

Islam menganjurkan persahabatan yang dilandasi kasih sayang karena Allah semata-mata.

Jika bermaklumat pasti akan saling ingat-mengingati ke arah kebaikan dan bersama-sama mencegah kemungkaran. 

Ternyata indahnya hidup bersahabat bukan?

Persahabatan itu cukup indah bagi mereka yang benar-benar mengerti akan nilainya. Sadarlah bahwa seorang sahabat sejati adalah salah satu hadiah terbaik dari Allah untuk kita.

Jangan sesekali bersahabat karena keperluan semata-mata. Karena apa saja yang kita lakukan tidak akan lari dari Yang Maha Melihat.

Manusia memang tidak lari dari kesilapan, tetapi itu tidak menjadi alasan untuk kita tidak berusaha berubah, Hijrah / Move on, ke arah kebaikan. Mari refleksikan diri kita sendiri.

READ MORE - Nilai Sebuah Persahabatan

Seandainya Informasi Itu Benar, Entahlah Apa Yang Akan Terjadi

Tokoh Tionghoa Zeng Wei Jian membeberkan rencana jahat taipan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terkait pencabutan investasi besar-besaran dari Indonesia.

“Ada taipan berkata, bila Ahok dipenjara akibat kasus penistaan Al Quran maka dia akan ngajak taipan rasis lain rame-rame cabut investasinya dari Indonesia,” ungkap Zeng di akun Facebook.

Kata Zeng, tindakan para taipan pendukung Ahok ini semacam ancaman kepada pemangku kekuasaan dan otoritas negara. “Teman saya berasumsi Indonesia akan ambruk bila para taipan ini menarik dananya. Ekonomi Indonesia dikendalikan oleh mereka,” ungkap Zeng.

Zeng mengungkapkan, seandainya informasi itu benar, Indonesia benar-benar dijajah kelompok taipan itu. Sikap para taipan itu atas Ahok telah memperlihatkan sebuah watak keji. Sudah pasti, kelompok keji ini mesti dilawan. Tidak boleh taipan dibiarkan berkuasa atas 250 juta rakyat Indonesia.

“Saya berpikir, bukankah mereka yang bergantung kepada negeri ini? Bila benar ada semacam intimidasi semacam itu, saya kira Presiden Jokowi tidak perlu takut,” tegas Zeng.

Kendati demikian, kata Zeng, lebih baik taipan pendukung Ahok yang main ancam, hengkang dari Indonesia. “Sudah pasti taipan dari Middle East, Eropa, Amerika dan Jepang berduyun-duyun antri menggantikan posisi mereka. Di mana harga diri dan hati nuranimu, saat penista agama hendak dibiarkan lolos. Hal itu akan memicu perang saudara. Korbannya bisa banyak sekali,” pungkas Zeng. Walau bukan Muslim, tapi Zeng secara tegas mendukung perjuangan umat Islam dan juga Habib Rizieq. (ts)

READ MORE - Seandainya Informasi Itu Benar, Entahlah Apa Yang Akan Terjadi

Siapa Teman Setiamu ?

Telah jelas dari hadits rasul yg mulia, bahwa agama seseorang tergantung siapa teman setianya. Bahkan orang yg belajar Islam pun jika salah memilih teman setia, tak ada guna ilmu yg dimilikinya. Sebab pengaruh teman setia lebih kuat daripada ilmu yg diperoleh di bangku kuliah. Sehingga jelaslah bagi kita, jika ada orang yg dipanggil dengan sebutan mulia karena ilmu agama yang dimilikinya, namun tak memiliki pembelaan terhadap agamanya, itu karena ia telah menjerumuskan dirinya dengan bermanis-manis dalam pergaulan dengan orang yang melecehkan agamanya.

Sungguh beruntung orang yang 'bodoh' dalam ilmu agama, namun bergaul dengan para ulama atau tokoh yang membela agamanya. Ia selamat dari jalan yang salah. Akalnya mungkin belum sepenuhnya mengerti akan jalan Islam yang ia bela. Namun hati nuraninya terjaga untuk tetap setia akan syahadat yang diucapkannya. Tengoklah kisah ashabul kahfi. Anjing yang asalnya 'hina' pun dimuliakan karena tetap memilih bergaul dengan pemuda sholeh dan beriman.

So, jika ada orang yang rela berbagi piring makan siang dengan orang yang melecehkan agama kita, tak perlu diharapkan pembelaannya akan agama. Cukup kita doakan, agar di akhir kehidupannya dia mendapatkan teman makan siang lain yang menasehatinya dengan lembut saat keliru menjamah makanan 'Duhai kawan, Sebutlah nama Allah dahulu. Serta makanlah pakai tangan kananmu. Sebab ini ajaran nabi kita yang mulia. Tak inginkah dirimu menjadi orang mengikuti sunnah nabinya?'. Semoga Allah kumpulkan kita semua bersama para nabi, as shiddiq , dan syuhada di taman surga. Aamiin (bendri jaisyurrahman). 

READ MORE - Siapa Teman Setiamu ?

Hanya Facebook Yang Bisa Menjawab, Kemana Perginya Si Kakek ?

Bermula dari beli hp jenis Samsung yg lagi ngetrend. Belajar buka internet, facebook, edit photo, update status, chating dan lain - lain. Seorang kakek bernama Dadang (50 tahun) mulai mengenal dunia maya yang nggak pernah ada pada masa mudanya dulu. 

Berkat bimbingan seorang pemuda tamatan universitas yang menguasai technologi. Pertemanan kakek dengan pemuda tersebut semakin akrab ketika pemuda itu mengenalkan facebook pada sang kakek. 

Terbuka mata kakek bisa lihat orang berbagai rupa. Nyesal kakek mengapa cepat kali tua. Kakek mulai mainkan jurusnya dengan status yang luluhkan hati perempuan yang baca. Status yang membuat perempuan seperti tersanjung oleh kakek yang mengaku duda mapan pada dinding kronologinya. Kelahiran tahun 70an di data tentang kakek semakin buat percaya diri. 

Photo profil yg dibuat miring dan sedikit editan hilangkan rambut yg sudah memutih. Kakek semakin antusias mencari teman yang banyak di facebook. Pertemanan diterima mulai tulis di kronologi. Berikan like dan komen seakan simpati, cari teman dan kirim pesan. Sampai suatu saat kakek bertemu teman ketika SMP dulu yang sempat punya hubungan cinta monyet ketika itu. 

Sang kakek mulai curhat kalau dia nggak bahagia, dan sekarang tinggal sendiri karena istri kabur dengan laki - laiki lain. Anak - anak sudah berkeluarga dan hidup terpisah. 

Gayung bersambut kata berjawab oleh teman masa SMP itu sebut saja namanya Ranti (47 tahun) seorang janda yang ditinggal suami yang telah dipanggil yang kuasa. Setiap hari kakek Dadang selalu diingatkan oleh Ranti tentang makan, jaga kesehatan, minum obat dan tidur jangan larut malam. Kakek merasa seperti muda 20 tahun karena bahagia. Akhirnya kakek meminta nomor telepon Ranti dan ajak ketemu. 

Disebuah mall seperti anak2 muda mereka ketemuan. Cerita kakek yang mengharukan membuat Ranti semakin simpati dan berusaha memberi semua yang dia punya hingga menawarkan hidup bersama di sisa umur mereka. 

Bagai pungguk rindukan bulan, sang kakek pura - pura menolak karena takut menyusahkan Ranti yang memang seorang guru. Namun desakan Ranti membuat kakek serasa di awan. Mereka berpisah sementara, karena sang kakek harus pulang dulu untuk pikirkan rencana Ranti. 

Sampai di rumah, kakek disambut seorang perempuan paroh baya yang mengenakkan pakaian sedikit lusuh karena baru pulang dari ladang. Perempuan itu buatkan secangkir teh dan makanan seadanya. Namun kakek kurang nikmati hidangan itu, karena tadi sudah dapat hidangan yang lebih lezat. 

Perempuan itu pamit shalat ashar kepada kakek setelah bersihkan tubuhnya mandi. Perempuan itu adalah istri sah sang kakek yang hidup sebagai petani. 

Suatu hari kakek minta izin sama istrinya mau jalan - jalan lihat cucunya di Kalimantan. Tanpa curiga sang istri melepas kepergian suami karena dia nggak bisa ikut karena harus menununggu padi di sawah. 

Sebulan berlalu kakek nggak pulang, kakek mungkin kesasar. Keluarga sudah cari kemana - mana dan lapor polisi, hingga sekarang kakek nggak pulang setelah 1 tahun pergi dari rumah. Tidak ada yang tahu dimana keberadaannya. Kira - kira dimanakah sang kakek....????? Apakah dia kecelakaan ketika ke Kalimantan??? Atau dia meninggal dunia di perjalanan. 

Akhirnya terjawab kemana dia pergi. Hanya facebook yang bisa jawab....ketika kakek posting photo di pelaminan pernikahannya dengan Ranti yang memang sudah lama menunggu turunnya hujan di musim kemarau. 

Pada statusnya kakek menulis "Berawal dari facebook, berakhir di pelaminan". Selamat menempuh hidup baru ya kek..semoga Tuhan nggak dendam dan ampuni dirimu yang telah meninggalkan istri yang setia yang dulu kau nikahi nggak dapat izin dari mertuamu.....mertuamu sudah punya filing bahwa kau bukan laki - laki sejati karena laki - laki sejati punya pasti bertanggung jawab pada keluarganya. 

Mudah - mudahan tulisan ini bisa membuat pembaca bisa jujur dan makin sayang pada pasangannya.....Amiiin ya rabbalalamin.

READ MORE - Hanya Facebook Yang Bisa Menjawab, Kemana Perginya Si Kakek ?

Kalau cuma mengeluh aku juga ahlinya

Sering Mengeluh di Jejaring Sosial. Kalau cuma mengeluh aku juga ahlinya. Tapi, bukan di umbar di jejaring sosial. Aku sampaikan sendiri kepada Tuhanku Allah swt dalam bentuk do'a.

Sedih rasanya melihatmu saudaraku. Kenapa kamu selalu mengeluh, lantas bersedih hati tiada henti. Menangis, seakan-akan hidupmu tiada guna di dunia ini. Islam itu bukan seperti itu. Yang gagah, yang tegas, yang semangat, jangan lemah seperti itu.

Tapi, pada saat menghadap Allah tundukkan kepala kita, angkat tangan kita, hati kita menjerit kepada Allah, ‘’Duh gusti …Ya Allah ya Tuhanku … Ampuni hamba ya Allah ... Bimbinglah langkahku agar mampu berjalan sesuai syariatMu. Berikanlah selalu kemudahan untuk hamba, rejeki yang halal, dan berikan kesehatan untuk hamba dan orang-orang yang hamba cintai, Aamiin.’’

Allah swt berfirman, ‘’Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya, jika kamu orang beriman.’’ (Qs Ali Imran : 139)

Semoga Allah swt menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang selalu taat beribadah, mentaati perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Semoga dengan kita menjalankan ketaatan, hidup kita akan lebih tenteram dan bahagia, selamat hidup di dunia dan akhirat. Aamiin. ‘’Wallahualam bi shawab.’’

READ MORE - Kalau cuma mengeluh aku juga ahlinya

Antusias Terhadap Media Sosial

Antusiasmu terhadap media sosial ( medsos ) adalah sesuatu yang baik, namun waspadalah jangan sampai antusias ini menjadi pintu menuju kerugian seperti berikut:
  1. Engkau terhalangi dari kebaikan jika engkau menghabiskan sekian jam setiap hari untuk membuka medsos, namun engkau tidak menyisihkan waktu walaupun hanya seperempat dari waktu ini untuk menghafal al-Qur’an atau membacanya.
  2. Engkau terhalangi dari kebaikan jika ketika engkau bangun tidur pertama kali yang engkau lakukan adalah membaca berita di telepon genggammu, namun engkau tidak bersegera membaca dzikir bangun tidur, atau dzikir pagi, dzikir petang, dan dzikir-dzikir lainnya yang riwayatnya shahih dalam as-Sunnah, padahal itu merupakan benteng kokoh bagi seorang muslim dengan seizin Allah.
  3. Engkau terhalangi dari kebaikan jika engkau membaca ratusan artikel yang disebar setiap hari, namun engkau tidak mengkhususkan waktu untuk membaca sebuah kitab yang berisi ilmu-ilmu syari’at, atau untuk mendengar pelajaran salah seorang ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang terpercaya.
  4. Engkau terhalangi dari kebaikan jika engkau setelah mengucapkan salam yang mengakhiri shalat, engkau langsung mengeluarkan telpon genggammu untuk melihat apakah ada sesuatu yang baru, dan engkau melupakan dzikir-dzikir setelah shalat wajib yang riwayatnya shahih dalam Sunnah Nabi.
  5. Engkau terhalangi dari kebaikan jika ketika engkau menyambung silaturahmi, mengunjungi kerabatmu atau saudara-saudaramu, engkau hanya menghabiskan waktu dengan menyibukkan diri dengan telepon genggammu, tanpa berbincang dengan mereka, sehingga kebersamaanmu dengan mereka seperti jasad tanpa nyawa, dan kunjunganmu hanya menyebabkan kerenggangan, tidak menimbulkan cinta dan keakraban.
Kita tidak mengingkari pentingnya media sosial, tetapi waspadalah jangan sampai berbagai aplikasi ini menjadi sebab terhalangnya kita dari kebaikan yang akan mendekatkan diri kita kepada Allah Azza wa Jalla.

Duhai kiranya kita benar-benar memperhatikan dzikir-dzikir dan doa-doa harian serta membaca al-Qur’an secara rutin, seperti perhatian kita terhadap telepon genggam dan aplikasi-aplikasinya…

READ MORE - Antusias Terhadap Media Sosial

Mengenal Profesi Buzzer Profesional

Buzzer adalah sebuah predikat yang namanya diambil dari kata dasar Buzz yang artinya ‘pembicaraan’ atau 'percakapan’. Sehingga Buzzer sendiri adalah orang yang diharapkan bisa membuat sebuah topik/keywords jadi sebuah pembicaraan bukan saja di dunia online tapi juga in real world

Jadi makin anda tanggapi pembicaraan tentang Mr jamban..makin populer dia, dan juga sekaligus para buzzer akan makin banyak dapat duit, 

kalau di sosmed ...
one klik, one comment, one ribu rupiah...dari para pendukung lawan politik ataupun dari pemuja
Bila ingin mempopulerkan Anis – Sandi atau Agus Silvi, buat artikel, komen dan serang Mr jamban di line status yang bicara Anis Sandi atau Agus Silvi , bukan di line status buzzer Mr jamban. .

Bila ada buzzer yang bicara tentang Mr jamban, jangan ditanggapi... 

Bila anda tanggapi maka disamping para sahabat ikut mempopulerkan Mr jamban juga sama artinya para sahabat menyumbang duit ke Mr jamban dan para buzzernya. Mau ? aku sich sorry aja..

Buat apa inget atau bicara tentang Mr jamban lagi, lha wong mimpi buruk rakyat kog masih diomongin. Move on .. tinggalkan, lupakan, buang ke keranjang sampah.. Klo urusan hukum Mr jamban, pada saatnya juga dibuka,klo sekarang khan masih banyak bekingnya...Tinggal tunggu waktunya...hehehe

Akan jauh lebih baik bila ganti sama pikiran positif untuk jakarta dengan membicarakan Anis – Sandi atau Agus Silvi...
Kalau ibarat orang pacaran..
nglupain mantan itu MOVE ON... masih pingin balikan itu BLOON..
Lupain Mr jamban itu ..MOVE ON.. masih pingin Mr jamban itu BLOON...
Jadi saranku jangan terjebak pada strategi buzzer..rugiii...

READ MORE - Mengenal Profesi Buzzer Profesional