Labels

Tampilkan postingan dengan label Silaturrahmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Silaturrahmi. Tampilkan semua postingan

Mengenal Pijat Telinga dan Manfaatnya

Salah satu organ terpenting dalam tubuh adalah ginjal, terutama dalam mengolah minuman yang masuk ke tubuh. Kebayang dong bagaimana jika ginjal kita tidak berfungsi. Tak heran jika pengobatan ginjal sangatlah mahal.

Padahal daripada mengobati, kita bisa loh mencegah penyakit ginjal menyerang kita. Apalagi caranya begitu mudah, yakni cukup dengan mijat telinga kita.

Tak hanya ginjal saja, tapi dengan memperhatikan 6 titik ini, penyakit lain juga tidak akan berani menyentuh kita.

Anda bisa memijat atau menggunakan penjepit pada telinga selama beberapa menit.

Fungsi penjepit ini adalah untuk menentukan titik tertentu yang berkaitan dengan sakit, seperti yang dikutip dari arbamedia.

1. Nyeri punggung & bahu

Aktivitas berat memungkinkan badan rentan mengalami nyeri di bagian punggung dan bahu. Apalagi pergerakan tangan yang selalu aktif, semisal menggendong, mengangkat beban berat, itu semua bisa memungkinkan otot punggung / bahu mengalami ketegangan.

Bahkan saking banyaknya kinerja tulang belikat, dapat memungkinkan mengalami cidera ringan.

Cobalah menekan / memijat daun telinga bagian atas guna meredakan rasa sakit tersebut.

Apabila teknik memijat daun telinga belum menghasilkan efek maksimal, maka ambillah penjepit, lalu letakkan pada daun telinga selama satu menit.

2. Sakit pada organ internal

Untuk sakit ringan pada organ internal layaknya nyeri tulang, otot kram, nyeri akibat sembelit dan lainnya., maka gunakanlah dua jari untuk memberikan pijatan pada bagian bawah daun telinga atas.  

Bisa saja meletakkan penjepit selama beberapa menit agar rasa ketidaknyamanan dalam tubuh mereda.

Tapi jika rasa sakit pada organ internal kondisinya serius, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui gejalanya secara pasti.

3. Sendi nyeri

Titik ketiga terletak di bagian tengah atas daun telinga. Bagian tersebut berkaitan erat dengan sendi tubuh.

Jadi, jika Anda mendapati nyeri sendi dan kekakuan, boleh – boleh saja meletakkan penjepit pada daun telinga tadi guna meringankan rasa sakit.

Kalau dirasa itu kurang nyaman,  maka gunakan kedua jari tangan untuk memijat daun telinga secara perlahan.

4. Meredakan pilek & nyeri sinus

Kondisi musim tak menentu, kerap kali pilek menyerang kesehatan tubuh. Begitu pula Sinusitis tidak hanya menimbulkan hidung tersumbat, tapi permasalahan ini diberangi dengan rasa nyeri di sekitar area wajah.

Ketahuilah, bagian tengah bawah daun telinga, memiliki hubungan dengan tenggorokan serta sinus.

Supaya pilek dan nyeri sinus cepat mereda, memijat lembut pada bagian daun telinga tersebut menjadi cara alternatif untuk diterapkan.

5. Meredakan sakit perut

Di atas daun telinga bagian bawah, terdapat titik tekan yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

Jika Anda mengalami sakit perut ringan, maka pijatlah bagian daun telinga itu atau meletakkan penjepit selama beberapa saat, supaya masalah pencernaan tidak sampai mengganggu rutinitas keseharian.

6. Mengurangi sakit kepala & menurunkan tekanan darah

Manfaat memijat daun telinga paling bawah, dapat membantu menyehatkan Jantung serta mengurangi tekanan darah. Karena pada titik tersebut berkaitan dengan organ jantung maupun Kepala.

Dengan demikian, memijat daun telinga bagian bawah ini juga cukup efektif guna meringankan rasa sakit kepala. (*)

READ MORE - Mengenal Pijat Telinga dan Manfaatnya

Pastikan Kamu Berubah Karena Allah. Jodoh Itu Bonus

Di dunia ini tak ada manusia sempurna. Yang namanya manusia pastinya banyak cela. Tapi kan kita bisa terus menerus ikhtiar untuk memperbaikinya. Karena itulah kewajiban kita.

Sebelum menikah, rubahlah sifat - sifat kamu berikut ini :

1. Egois

Menikah itu bukan hanya tentang kamu, bukan juga tentang kamu dan dia. Tapi juga keluargamu dan keluarganya. Mulai sekarang jangan hanya sibuk dengan diri sendiri. Mulailah peduli dengan orang-orang di sekitarmu, Karena nanti ada banyak orang yang harus kamu pedulikan setelah menikah dengannya.

2. Boros

Perempuan itu calon bendahara rumah tangga yang harus bisa mengatur keuangan lo ya. Tahan keinginan utamakan kebutuhan. Pastikan gaya hidup sesuai dengan pemasukan. Yang kamu atur nanti keuangan keluarga lo. Nasib anggota keluarga ada di tanganmu. Kalo sifat borosmu ngga kamu ubah, siap-siap timbul masalah.

3. Emosional

Katanya pengen nikah tapi ko masi emosian? Dinasehatin ngga mempan, diingetin naik pitam? Ya jangan dong. Setelah menikah kepalamu ada 2. Kalo cuma kamu aja yang dominan, kasihan pasanganmu dong ya. Belajarlah menahan amarah dan atur emosimu agar lebih stabil.

4. Kurang menjaga kebersihan 

Kalau kebiasaan mandimu masi 2 hari sekali atau hanya ketika keluar rumah. Fixed malang sekali pasanganmu. Rawat diri lah, yang punya hidung kan ngga cuma kamu. Karena kebiasanmu menentukan kebiasaan di dalam rumah tanggamu.

5. Mengeluh

Sedikit sedikit mengeluh, marah, tak terima dengan keadaan. Bersyukur dong. Ada banyak hal yang bisa kamu sebutkan dan sedikit melupakan kekurangan. Setelah menikah, ada banyak hal yang mungkin akan terjadi di luar rencana. Jangan kebiasaan mengeluh lo ya.

6. Kurang menjaga lisan

Lisan itu untuk mengatakan hal-hal baik. Jangan dipake untuk ngerumpiin teman yang lagi ngga hadir dalam circle pergaulanmu ya. Jika keburukan orang Lain dengan mudah kamu sebarkan, bukan tak mungkin keburukan pasanganmu pun akan kamu umbar. Didik lisanmu dari sekarang.

Jika Allah telah menganggapmu pantas dan layak bertemu jodoh, insyaallah disegerakan jodohmu sesuai dengan kualitasmu. Makanya jangan setengah-setengah dalam hijrah. Ikhtiar kan maksimal karena Allah.
Pastikan kamu berubah karena Allah.. 
Jodoh itu bonus
 😊

READ MORE - Pastikan Kamu Berubah Karena Allah. Jodoh Itu Bonus

Di dunia ini, banyak orang rese

Ada seorang ibu yang punya warung makan, sederhana sekali warung makannya, tapi karena enak dan murah, warung itu terkenal dan ramai. 

Alkisah, suatu hari datanglah si mr X Ahli pemasaran (ngakunya), datang dengan jas dan stelan kinclong. Makan si mr X ini, sambil sibuk komentar sana-sini. Termasuk sebuah pertanyaan, "Bu, kalau warungnya ramai begini, kenapa tidak pindah ke toko yang lebih besar?" Tanya si mr X pada pemilik warung, Bu Siti. Bu Siti hanya diam (karena dia sedang sibuk melayani pembeli lain). 

"Sayang loh, Bu, ini ramai sekali. Bla-bla-bla... Kalau pindah, nanti penjualannya semakin baik, bla-bla-bla..." Si mr X mulai berceloteh, dan terus berceloteh seperti tahu sekali soal pemasaran warung makan.

Lima menit, sambil terus kerepotan melayani pembeli lain, Bu Siti akhirnya balas bertanya, "Sampeyan mau modalin saya pindah ke toko yang lebih besar?" Si mr X menatap Bu Siti. Terdiam. 

"Gimana maksudnya, Bu?"

"Kalau sampeyan mau modalin, saya mau saja pindah. Sekalian tolong carikan lokasi yang lebih bagus dibanding di sini. Tolong urus semua yang sampeyan jelasin tadi." Si mr X nyengir, menggeleng, "Ah, itu cuma saran sih Bu." Bu Siti menatap wajah si mr X yang cengengesan, memutuskan melanjutkan kesibukannya. Dia sudah bosan sebenarnya mendengar komentar seperti si mr X ini. Orang2 yang tidak paham sama sekali kenapa dia tetap berjualan di sana--tapi merasa lebih tahu. 

Di dunia ini, banyak orang rese seperti Si mr X ini (boleh jadi kitalah si mr X-nya). Ada yang nanya, "Kenapa belum lulus kuliah?" Kemudian panjang lebar menceramahi kita. Ada yang nanya, "Kenapa belum bekerja?" Kemudian panjang lebar membahas soal pekerjaan, dsbgnya. "Kenapa belum menikah?", "Kenapa belum punya anak?", "Kenapa belum nambah anak lagi?"

Satu-dua, itu level-nya memang basa-basi, pemanis percakapan. Tapi tidak sedikit yang menjurus ke level rese, tidak penting, dan hei, situ memangnya siapa? Apakah tidak punya topik percakapan lain? Tidakkah kita membahas tentang hari yang cerah? Tidakkah kita membahas betapa segar udara hari ini, betapa banyak nikmat dari Allah ? Daripada membahas hal-hal yang boleh jadi adalah misteri.

Jika kita dalam posisi si mr X tadi, selalu pastikan apakah kita dalam posisi relevan atau tidak mengomentari, penting atau tidak bertanya kepada orang lain. Bertanya soal menikah misalnya, orang tuanya bukan, teman dekat juga bukan, hanya karena bertemu sesaat, sudah PD sekali bertanya. Bertanya soal anak, kasus lainnya, keluarganya bukan, sahabatnya juga tidak, hanya karena bertemu satu menit di sebuah acara, sudah PD sekali tertawa sambil bertanya. Kan itu ganjil sekali. 

Atau jangan-jangan, teknologi media sosial telah mengubah cara berpikir dan cara berinteraksi. Kita selalu merasa satu level, satu derajat, hanya karena bisa berkomentar di postingan orang lain. Kita selalu merasa teman dekat, kenal buanget, hanya karena bisa nge-add. Sayangnya, itu keliru sekali di dunia nyata. Di dunia aslinya, ayolah, kita yang super gaul di media sosial, boleh jadi tetangga sebelah rumah pun tidak kenal.

Terakhir, jika kita dalam posisi si mr X, sebenarnya apa sih respon terbaik kita saat berada di warung makan itu? Basa-basi terbaik kita? Sederhana saja, kenapa kita tidak berkomentar, "Wah, Bu, ini makanan lezat sekali. Besok-besok saya akan makan di sini lagi, juga ngasih tahu teman-teman saya agar ke sini." Nah lihatlah, Bu Siti akan tersenyum--atau malah sampeyan dikasih makan gratis olehnya.

Jangan jadi orang rese. Selalu berlatih mengendalikan mulut kita jika sudah berurusan dengan area personal orang lain.

READ MORE - Di dunia ini, banyak orang rese

Nilai Sebuah Persahabatan

Sejak munculnya sosial media, yang dimulai dari situs jejaring sosial sixdegree, blogger, friendster yang fenomenal, linkedin untuk profesional, myspace, facebook yang beranggota terbanyak, twitter, wiser dan terakhir google+, orang berbondong-bondong mengupdate informasi pribadi dan memposting status dan saling menginvite teman-teman dari berbagai belahan dunia dengan tujuan untuk berbersahabat. Akan tetapi diantara pertemanan yang ada, barangkali sahabat dapat menghitung sendiri, berapakah teman yang diinvite itu dapat menjadi sahabat yang sejati, bukan?

Ramainya pertemanan atau persahabatan yang dijalin, itu membuktikan bahwa kita hidup di dunia ini tidak dapat bersendirian tanpa insan yang bergelar teman atau sahabat, bukan?

Tidak dinafikkan, jika dahulu sahabat kita adalah ibu bapa dan adik beradik kita serta teman-teman tetangga kita, bukan?

Kemudian apabila menjejakkan kaki ke alam persekolahan, akan ada pula kenalan lain, bahkan ada diantara mereka seakan-akan telah seia-sekata dalam pergaulan hidup sampai kita dewasa.

Namun, ada juga persahabatannya terhenti seiring tamatnya musim persekolahan.

Jadi, apa sebenarnya arti sebuah persahabatan yang dianjurkan oleh Islam?

Adakah sahabat seseorang yang mempunyai banyak persamaan dengan kita? Atau seseorang yang ada bersama kita, ketika kita senang atau susah?

Atau seseorang yang mungkin seakan lupakan kita, tetapi doanya tidak putus buat kita?

Untuk Apa Kita Sebenaranya Bersahabat ?

Satu persoalan yang jarang kita tanyakan pada diri kita. Mungkin kurang penting pada kita. Tetapi sebenarnya merupakan maklumat persahabatan itu perlulah lebih diperjelas, agar nilai sebuah persahabatan itu dapat kita raih dan nikmatnya dapat kita rasakan.

Mungkin kita mudah mengatakan, “Aku bersahabat karena Allah”, namun sejauh mana kita mampu melaksanakannya?

Janganlah kita hanya ingat bahwa cinta saja yang memerlukan pengorbanan. Persahabatan juga memerlukannya. Karean sudah menjadi fitrah manusia yang dikurniai perasaan hati.

Di saat persahabatan kita diuji, di sini kita boleh nilai sejauh mana ikhlasnya kita bersahabat. Kawan untuk tertawa bisa didapat, kawan menangis jarang dijumpai.

Mampukah kita yakin ada di kalangan sahabat kita yang akan ada untuk mendukung kita di saat kita memerlukan mereka?

Jika itu yang kita inginkan, sudah semestinya sahabat kita juga berfikiran yang sama, bukan?

Sahabatku.. di atas saya sudah ungkapkan, persahabatan yang tulus adalah benar-benar karena Allah semata. Tidak mengharapkan secuilpun balasan, hanya untuk memberi.

Tidak ada sedikitpun keluhan karena melakukan pengorbanannya dengan ikhlas. Dan sejauh mana kita ikhlas dalam bersahabat, hanya Allah yang mampu menilainya. 

Sahabatku yang baik hatinya.. Yuk kita tanamkan rasa tulus ikhlas kita, karena: “belum dikatakan ikhlas, bilamana kita masih suka mengungkit.”

Indahnya bersahabat karena Allah, karena semua yang dilakukan untuk sahabat, hanya untuk mengharapkan balasan dari-Nya. Lalu, untuk apa pujian manusia atau balasan darinya sedangkan sahabat dapat memperolehnya dari Allah yang Maha Kaya, bukan?

Ketika saya menuliskan artikel ini, saya teringatkan sahabat saya yang sentiasa mengingatkan kami tentang Allah. Tuturnya tidak lari dari mengharapkan ridha Allah SWT.

Pada mulanya, saya seolah-olah malu dengannya, seakan saya dipaksa berbuat baik di depannya.

Namun, ketika saya faham bahwa dia menasihati atas rasa kasih pada sahabat dan untuk kebaikan diri saya, juga tanpa mengharapkan sedikitpun balasan, saya mula mengerti.

Saya pernah membaca satu petikan bahwa Allah akan mengirimkan orang yang baik, jika kita berniat untuk menjadi orang yang baik.

Sebab itu kita harus bijak dalam memilih sahabat, karena sahabat merupakan cerminan diri kita. Oleh itu, bagaimana jika sahabat kita belum seperti yang kita harapkan?

Jawabannya, jangan tunggu sahabat yang baik, tetapi jadilah sahabat yang baik itu. Insyaa Allah, kitalah yang akan menjadi magnet yang membawa perubahan itu.

Dalam hati setiap hamba Allah pasti ada satu rasa untuk berubah. Itulah fitrah, mungkin cara untuk menzahirkannya saja diperlukan mujahadah.

Jadilah Terlebih Dahulu Seperti Yang Diinginkan

Mari sahabatku, kita refleksi diri. Jadilah seperti yang kita impikan.

Dalam memilih pasangan hidup, kita amat behati-hati agar pasangan kita dapat bersama-sama kita menuju ridha-Nya.

Dalam persahabatan juga wujudkan ciri-ciri sahabat yang diidamkan, agar kita dapat sama-sama menikmati indahnya bersahabat karena-Nya.

Di sini saya gariskan beberapa ciri yang perlu ada dalam diri seorang sahabat (juga untuk kita yang bergelar sahabat)

1. Berpegang Pada Agama. 

Beragama saja tidak cukup. Karena cinta pada Allah bukan hanya melalui kata-kata saja. Akan tetapi melalui perbuatan melaksanakan perintah dan menghindari larangan-Nya.

2. Berakhlak 

Akhlak ini apa yang terzahir di hati, dan sesungguhnya akhlak yang terpuji ada pada Rasul yang kita cintai, Nabi Muhammad SAW

3. Sanggup Berkorban

Dengan menjaga aib sahabatnya dan sentiasa nasehat-menasehati dan bersedia menerima teguran.

Inilah Sebuah Persahabatan Yang Sebenarnya

Saya coba mensarikan apa sebenarnya arti sebuah persahabatan yang dianjurkan oleh Islam?

Sahabat adalah insan yang selalu di samping kita, walau tidak ada di depan mata, tapi dalam doanya sentiasa ada untuk kita.

Islam menganjurkan persahabatan yang dilandasi kasih sayang karena Allah semata-mata.

Jika bermaklumat pasti akan saling ingat-mengingati ke arah kebaikan dan bersama-sama mencegah kemungkaran. 

Ternyata indahnya hidup bersahabat bukan?

Persahabatan itu cukup indah bagi mereka yang benar-benar mengerti akan nilainya. Sadarlah bahwa seorang sahabat sejati adalah salah satu hadiah terbaik dari Allah untuk kita.

Jangan sesekali bersahabat karena keperluan semata-mata. Karena apa saja yang kita lakukan tidak akan lari dari Yang Maha Melihat.

Manusia memang tidak lari dari kesilapan, tetapi itu tidak menjadi alasan untuk kita tidak berusaha berubah, Hijrah / Move on, ke arah kebaikan. Mari refleksikan diri kita sendiri.

READ MORE - Nilai Sebuah Persahabatan

Siapa Teman Setiamu ?

Telah jelas dari hadits rasul yg mulia, bahwa agama seseorang tergantung siapa teman setianya. Bahkan orang yg belajar Islam pun jika salah memilih teman setia, tak ada guna ilmu yg dimilikinya. Sebab pengaruh teman setia lebih kuat daripada ilmu yg diperoleh di bangku kuliah. Sehingga jelaslah bagi kita, jika ada orang yg dipanggil dengan sebutan mulia karena ilmu agama yang dimilikinya, namun tak memiliki pembelaan terhadap agamanya, itu karena ia telah menjerumuskan dirinya dengan bermanis-manis dalam pergaulan dengan orang yang melecehkan agamanya.

Sungguh beruntung orang yang 'bodoh' dalam ilmu agama, namun bergaul dengan para ulama atau tokoh yang membela agamanya. Ia selamat dari jalan yang salah. Akalnya mungkin belum sepenuhnya mengerti akan jalan Islam yang ia bela. Namun hati nuraninya terjaga untuk tetap setia akan syahadat yang diucapkannya. Tengoklah kisah ashabul kahfi. Anjing yang asalnya 'hina' pun dimuliakan karena tetap memilih bergaul dengan pemuda sholeh dan beriman.

So, jika ada orang yang rela berbagi piring makan siang dengan orang yang melecehkan agama kita, tak perlu diharapkan pembelaannya akan agama. Cukup kita doakan, agar di akhir kehidupannya dia mendapatkan teman makan siang lain yang menasehatinya dengan lembut saat keliru menjamah makanan 'Duhai kawan, Sebutlah nama Allah dahulu. Serta makanlah pakai tangan kananmu. Sebab ini ajaran nabi kita yang mulia. Tak inginkah dirimu menjadi orang mengikuti sunnah nabinya?'. Semoga Allah kumpulkan kita semua bersama para nabi, as shiddiq , dan syuhada di taman surga. Aamiin (bendri jaisyurrahman). 

READ MORE - Siapa Teman Setiamu ?

Pujilah Pasanganmu


Salah satu yang dilupakan dalam hubungan suami istri adalah saling memuji satu dan lainnya. Istri lupa memuji suami dan suami lupa memuji istrinya. Karena pujian seperti ini bisa membangkitkan hubungan yang mungkin makin redup.

Ingat.. yang keluar itu bukan kata-kata jelek atau merendahkan yang keluar dari mulut seorang suami.

Pujian dari suami pada istrinya tidak butuh biaya atau ongkos mahal. Yang dibutuhkan adalah ketulusan dan rasa cinta pada pasangan.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling berbuat baik pada keluargaku” (HR. Tirmidzi no. 3895, Ibnu Majah no. 1977, Ad Darimi 2: 212, Ibnu Hibban 9: 484. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

READ MORE - Pujilah Pasanganmu

Manfaat Silaturrahmi

Selain Ibadah yang Wajib banyak lagi ibadah mendapat penilaian yang baik dari Allah salah satunya dalam Islam menyuruh umatnya memperbanyak silaturrahmi dengan siapapun dan dimanapun. Sebab dalam kehidupan keseharian, setiap individu selalu membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah. Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Karena itu merupakan ibadah yang paling indah berhubungan dengan manusia, sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan oleh Islam juga diseru. 

Peringatan yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk tidak memutuskan tali silaturrahmi. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad :22-23). 

Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Karena dapat menyempurnakan rasa cinta & interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil & tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang. Memutus tali silaturrahmi adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam, Allah berfirman:

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Q.S An-Nisaa' : 1)

Menurut Rasulullah SAW, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya. Dalam sabdanya : “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (H.R Bukhari) Dalam hadits Abu Hurairah, sabda Rasulullah yang lain: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi" (Muttafaqun 'alaihi)

Kini dapat kita mengerti, betapa pentingnya silaturahmi dalam Islam. Maka melihat pentingnya silaturahmi tersebut, berikut merupakan 10 manfaat Silaturahmi menurut Abu Laits Samarqandi, yaitu:
  1. Mendapatkan ridha dari Allah SWT.
  2. Membuat orang yang kita dikunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu "Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia.
  3. Menyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturahmi. 
  4. Disenangi oleh manusia. 5. Membuat iblis dan setan marah.
  5. Memanjangkan usia.
  6. Menambah banyak dan berkah rejekinya. 
  7. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.
  8. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
  9. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, suka bersilaturahmi) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.

Demikianlah manfaat dari suka bersilaturahmi, Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang suka bersilaturahmi, Aamiin. 

READ MORE - Manfaat Silaturrahmi

Rahasia Silaturrahmi

"Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? 'Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,' sabda Rasulullah SAW, 'adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR.Ibnu Majah). 

Silaturahmi tidak sekadar bersentuhan tangan atau memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek mental dan keluasan hati. Hal ini sesuai dengan asal kata silaturahmi itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang.

Makna menyambungkan menunjukkan sebuah proses aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Menghimpun biasanya mengandung makna sesuatu yang tercerai-berai dan berantakan, menjadi sesuatu yang bersatu dan utuh kembali. Tentang hal ini Rasulullah SAW bersabda, "Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus" (HR Bukhari).

Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa silaturahmi tidak hanya merekayasa gerak-gerik tubuh, namun harus melibatkan pula aspek hati. Dengan kombinasi bahasa tubuh dan bahasa hati, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu daripada yang dilakukan orang lain pada kita.

Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang kuat. '' Namun, bila ada orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja kita mengunjunginya, maka inilah yang disebut silaturahmi''.., 

Apalagi kalau kita bersilaturahmi kepada orang yang membenci kita atau seseorang yang sangat menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturahmi yang sebenarnya.

Dalam sebuah hadis diungkapkan, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasul pada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR Bukhari Muslim).

READ MORE - Rahasia Silaturrahmi

Ketika Seorang Lelaki Di Inggris Mengidap Kanker

Seorang lelaki di Inggris yang mengidap kanker dan diprediksi hidupnya hanya tersisa enam bulan dijenguk lebih dari ratusan kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia.

Dilansir dari laman IslamiWorld, Pengidap kanker ini bernama Peter Chatfield, Ia seorang lelaki yang sangat anti Islam bahkan sering menghina dan bersikap kasar dengan kaum muslimin di Inggris.

Namun setelah ia mengidap kanker, melalui akun media sosial ia meminta maaf atas tindakan kasarnya terhadap Islam dan kaum muslimin.

Ternyata postingan yang ditulisnya tersebut menyebar di dunia maya dan dibaca umat Islam di Inggris dan di berbagai belahan dunia di eropa.

Setelah beberapa hari menyatakan permintaan maafnya, ia mendapat ratusan kunjungan dari umat Islam bahkan ada yang rela datang jauh-jauh dari Arab Saudi hanya untuk datang menjenguknya di Queens Hospital.

Peter mengatakan, “aku sadar hidupku tak lama lagi, aku banyak melakukan kesalahan kepada umat Islam, oleh karena itu aku meminta maaf dan semoga semuanya bisa memaafkanku,”

Ia menambahkan, sangat terkejut melihat ratusan umat Islam datang menjenguknya padahal dirinya telah sering melakukan pelecehan dan kekerasan kepada umat Islam.

“Mereka luar biasa, ketika seseorang yang sedang terbaring dan tidak ada yng menjenguk, mereka umat Islam mau menjenguk saya, mereka sangat baik,” ungkapnya.

READ MORE - Ketika Seorang Lelaki Di Inggris Mengidap Kanker

Dahsyatnya Maaf Mema'afkan 

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf ,hendaklah memaafkannya,apakah ia berada dipihak yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal tersebut (memaafkan) , niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat) (HR Al-Hakim)

“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan (HR Ath-Thabrani)

“Barangsiapa senang melihat bangunannya dimuliakan, derjatnya di tingkatkan , maka hendaklah dia mengampuni orang yang bersalah kepadanya, dan menyambung (menghubungi) orang yang pernah memutuskan hubungannya dengan dia “ (HR Al-Hakim)

“Jika hari kiamat tiba , terdengarlah suara panggilan, “Manakah orang-orang yang suka mengampuni dosa sesama manusianya?” Datanglah kamu kepada Tuhan-mu dan terimalah pahala-pahalamu .Dan menjadi hak setiap muslim jika ia memaafkan kesalahan orang lain untuk masuk surga.” (HR Adh-Dhahak dari ibnu Abbas Ra)

READ MORE - Dahsyatnya Maaf Mema'afkan